Beberapa bulan yang lalu Forkom Jaya telah membuat sebuah kegiatan workshop yang bertemakan "Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Dengan Sistem Pertanian Terpadu".dan dari kegiatan itu kami sempat mendapatkan beberapa pernyataan dari masyarakat yg menjadi peserta pada kegiatan tersebut. adapun pernyataan tersebut adalah:
- Ada sebagian Masyarakat petani kita yang malas, yang manja karna sudah terikat sama pupuk Urea, ZA, NPK dll, tidak suka lagi dengan kotoran Lembu yang bisa digunakan sebagai pupuk, banyak kotoran lembu yang lebih cenderung di kasih ke orang lain, yang kemudian orang lain mengolahnya jadi pupuk, tapi justru orang skitar kita tidak mau menggunakannya.
- Minat sebagian masyarakat kita untuk mengembangkan pengetahuan tentang pertanianmasih kurang, Masyarakat yang tidak mau memperhatikan keadaan musim, yang terkadang ketika sudah ada arahan untuk tidak menanam padi karena kemarau panjang, tapi malah tidak mau mendengarnya dan bersikeras tetap menanam padi, yang ujung2 nya mereka mengeluh dan menyesal karena tanah kering, malah ketika dikasih kacang hijau untuk ditanam di masa itu, malah kacang hijau itu direbus.
- Saluran irigasi banyak yang rusak, sehingga menyebabkan penanaman padi yang tidak serentak dan hasilnya pun kurang baik, serta hama tikus juga merupakan suatu permasalahan.
- Ada wilayah irigasinya ada, tapi cara pembagian air tidak merata, serta pengetahuan tentang pertanian masih kurang, makanya perlu perhatian pemerintah. Sawah-sawah yang dataran tinggi supaya diratakan.
- Perlunya peran pemuda untuk Saweu Gampong guna mengumpulkan informasi tentang kendala-kendala di gampong, baik dalam hal pertanian terpadu, pendidikan, dll. dan kemudian pemuda harus menfasilitasi dalam penyelesaian maslah2 yang terjadi.
sumber: Muhammad Doank
0 komentar:
Post a Comment